28 November 2020

Mengenal Fungsi Manajemen Personalia Untuk Mengembangkan Perusahaan

Manajemen personalia atau manajemen sumber daya manusia adalah bagian dari manajemen pada perusahaan yang memiliki interaksi langsung dengan asset terpenting yang dimiliki oleh perusahaan yaitu manusia/karyawan. Dengan manajemen personalia sebuah perusahaan akan memiliki keuntungan dalam melihat perkembangan setiap karyawannya dalam sisi kinerja atau perilaku yang bisa membuat pertumbuhan untuk perusahaan itu sendiri.

Didalam suatu organisasi, Sumber Daya Manusia (SDM) adalah peran utama yang dapat memberikan tenaga, bakat, pikiran, kreativitas dan energi baik untuk membawanya mencapai tujuan atau target yang telah dibuat atau ditetapkan. Berangkat dari kebutuhan akan pemanfaatan SDM, manajemen personalia akan melakukan fungsi dan tugasnya yang berkaitan dengan kebutuhan perusahaan maupun keadaan dari setiap karyawan yang mana diharapkan bisa terjalin hubungan yang baik dan bersinergi bersama.

Dengan perencanaan yang telah dibuat terkait manajemen personalia seperti pembagian kompensasi, pengembangan, serta pemeliharaan SDM, diharapkan dapat membuat tenaga kerja yang ada bisa merasa lebih dihargai untuk setiap usaha yang dilakukannya. Hal ini akan menciptakan energi positif untuk mereka melaksanakan pekerjaannya dan akan menaikkan kinerja serta menguntungkan untuk perusahaan.

Melihat lebih jauh lagi mengenai manajemen personalia ada fungsi yang terbagi menjadi 2 (dua) yaitu berdasarkan fungsi manajemen dan fungsi operasional, berikut ini ada sedikit penjelasan mengenai kedua fungsi manajemen personalia yang dinilai mampu meningkatkan kinerja SDM untuk mengembangkan perusahaan :

1. Fungsi Manajemen

a. Perencanaan

Membuat perencanaan adalah langkah awal dari setiap manajemen yang ada diperusahaan. Tidak terkecuali pada manajemen personalia, perencanan pada manajemen personalia berlaku untuk menentukan step dan strategi untuk membuat program yang akan membantu memenuhi sasaran yang sudah ditetapkan untuk perusahaan. Penentuan untuk strategi yang digunakan oleh manajemen personalia tentu harus didasari dengan partisipasi aktif dan kesadaran penuh dari manajer personalia dengan keahliannya.

b. Membentuk Organisasi

Dengan mempertimbangkan untuk membentuk organisasi, manajer personalia selaku peran utama dalam manajemen personalia harus bisa melihat pertumbuhan yang ada pada perusahaanya, hal itu dilakukan setelah menentukan fungsi yang harus di jalankan oleh karyawan. Oraganisasi sendiri dibentuk untuk mencapai sasaran dan tujuan perusahaan, menyusun suatu oraganisasi dengan pertimbangan dari manajer personalia harus melihat dari struktur hubungan pekerjaan, personalia, dan faktor faktor fisik lainnya yang membuat keseimbangan dari sisi perusahaan maupun tenaga kerja.

c. Pusat Informasi

Manajemen personalia harus bisa dijadikan sebagai pusat informasi yang bisa diterima oleh SDM atau karyawan pada perusahaan, manajemen personalia yang mencakup kebutuhan khusus dari SDM juga harus menjadi solusi untuk perusahaan mengevaluasi apa yang tengah terjadi pada karyawannya maupun untuk tujuan memperbaiki kinerja karyawan tersebut. Dan di luar itupun dengan melihat perencanaan atau strategi yang telah disusun, manajer personalia dapat melakukan pengarahan terhadap pekerjaan demi terciptanya proses bekerja yang efektif.

Controling

Melakukan obeservasi untuk kegiatan pekerjaan karyawan juga merupakan fungsi dari manajemen personalia, seorang manajer personalia harus bisa melakukan controlling atas pekerjaan karyawannya dengan mengamati dan membandingkan antara perencanaan dan pelaksanaan tugas yang sudah diberikan kepada karyawannya, serta tidak luput untuk memberikan koreksi bila terjadi kesalahan yang bisa merugikan perusahaan.

2. Fungsi Secara Operasional

a. Development (Pengembangan)

Fungsi pengembangan disini bertujuan untuk memberikan keahlian dan keterampilan tenaga kerja serta untuk kemampuan yang dimilikinya, dengan ini maka kemampuan karyawan atau tenaga kerja yang ada bisa diexplore lebih agar dapat berguna untuk perusahaan maupun untuk karyawan itu sendiri di waktu yang akan datang. Fungsi pengembangan ini dapat berupa training atau pendidikan yang bisa dilakukan pada tenaga kerja yang baru, karena kemampuannya yang belum terlihat. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk memberdayakan skill yang ada pada karyawan lama pun agar tetap terasah dan terus berkembang.

b. Connecting (Menghubungkan)

Membuat integrasi yang baik untuk menciptakan hubungan perusahaan antar tenaga kerja atau individu dalam perusahaan. Fungsi perantara hubungan untuk kedua belah pihak membuat manajemen personalia membutuhkan kesadaran yang tinggi agar tidak terjadi kesalahpahaman dari satu pihak maupun pihak lainnya demi tercapainya tujuan yang sama untuk mengembangkan perusahaan.

c. Kompensasi

Kompensasi berarti hal yang berkaitan dengan karyawan atau tenaga kerja, manajer personalia memiliki fungsi memberikan kompensasi kepada karyawan yang berupa finansial ataupun non finansial dengan melihat hak-hak dan kewajiban apa yang ada pada karyawan tersebut. Memberikan kompensasi secara adil adalah tujuan diberdayakannya manajemen personalia.

d. Pemeliharaan

Fungsi pemeliharaan bisa dibilang menjadi fungsi yang paling sulit, karena manajemen personalia harus benar-benar mempertimbangkan banyak faktor agar sesuai dengan prosesnya. Mempertahankan dan meningkatkan kondisi kinerja Sumber Daya Manusia (SDM) pada perusahaan yang telah ada, hingga mengawasi dan mempertahankan kondisi fisik para tenaga kerja dengan program kesehatan dengan tujuan untuk kestabilan perusahaan.

Dari kedua fungsi menyeluruh mengenai manajemen personalia, perusahaan sudah tidak perlu khawatir dengan adanya kelalaian atau kesalahan yang mungkin dapat dilakukan oleh karyawan mereka. Karena semua proses yang ada pada fungsi manajemen personalia dapat menyaring serta menilai apa saja yang perlu dilakukan perbaikan untuk karyawan demi kebaikan dan kelancaran perusahaan dalam menjalankan bisnis usahanya.