27 November 2020

3 Ciri Kamu Terlalu Keras Bekerja, Kenali Tanda dan Cara Mengatasinya

Di era modern ini kita sebagai karyawan dituntut untuk terus berinovasi dan melakukan yang terbaik. Bukan hanya menguntungkan perusahaan, namun ini juga menguntungkan kita bilamana ingin naik pangkat di perusahaan. Semakin ketatnya persaingan antar perusahaan juga mendorong kita bekerja lebih keras setiap harinya. Semakin tinggi persaingannya, maka kita akan semakin tertantang pula untuk menunjukkan potensi dan keterampilan kita.

Ada kalanya, tekanan tinggi bekerja yang diakibatkan oleh tuntutan perusahaan jaman sekarang memberikan dampak pekerjaan yang menumpuk. Mau tidak mau, kita harus lembur sampai malam atau bahkan saat berakhir pekan. Namun, lembur dapat memberikan tekanan dan rasa letih pada mental serta fisik. Tentunya, lembur merupakan hal yang lumrah , sehingga dewasa ini terlalu keras bekerja dianggap sebagai normal. Walaupun kita lembur dibayar oleh perusahaan, jangan salah prasangka bahwa tidak ada efek negatif jangka pendek maupun jangka panjang yang akan ditimbulkan bila kita tidak membatasi diri dan memberikan self-reward kepada diri kita untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.

Jadi bagaimana ciri-cirinya bila kita bekerja terlalu keras? Nah, dibawah ini sudah Saya rangkum 5 ciri-ciri utama bila Anda bekerja terlalu keras. Yuk, disimak!

1. Sering Merasa Kelelahan Namun Sulit Tidur

Selama bekerja, istirahat kantor, dirumah, dan setelah bangun tidur Anda terus merasa lelah? Maka ini adalah ciri pertama yang harus Anda perhatikan. Ini pertanda bahwa Anda terlalu memaksakan diri secara mental. Bahkan setelah mengistirahatkan badan pun masih terasa letih, maka terlalu banyak yang dipikirkan atau dikhawatirkan ketika Anda beristirahat. Lebih parahnya lagi, bila Anda sudah sampai tahap lelah namun tidak dapat tidur atau beristirahat. Mulai sekarang, Anda harus mulai memberikan prioritas kepada pekerjaan mana yang harus diselesaikan dan mengatur jadwal yang tepat sehingga tidak ditekan deadline.

2. Berat Badan Mengalami Kenaikan Berlebih Tanpa Disadari

Tanpa disadari pikiran yang stres akan melepaskan tiga jenis hormon, yaitu kortisol, adrenalin, dan norepinephrine. Hormon adrenalin dan norepinephrine bersama akan meningkatkan kewaspadaan tubuh yang membuat Anda tertekan. Hal ini hanya berlangsung sesaat sebelum akhirnya normal dan digantikan hormon kortisol. Hormon Kortisol menghasilkan efek berupa peningkatan nafsu makan. Bila kita tidak mengendalikan stres, maka hormon kortisol yang masih ada dalam tubuh akan meningkat. Efeknya adalah meningkatnya nafsu makan yang akan mendorong peningkatan berat badan tanpa disadari.

3. Tidak Dapat Berpikir Kreatif dan Pikiran Stagnan

Apakah Anda merasa stagnan dan tidak mampu berpikir kreatif untuk memecahkan permasalahan? Maka ini adalah ciri Anda sedang stres terhadap pekerjaan. Faktanya, stres dapat memperlambat kemampuan berpikir otak sehingga kita tidak dapat mengingat atau mempelajari hal baru, sehingga kita merasa stuck dengan keadaan dan tidak dapat berpikir kreatif. Hal ini bisa disebabkan oleh terlalu banyak hal kecil yang harus dilakukan tapi melelahkan, padahal hal ini seharusnya simple. Namun, mungkin karena banyaknya pihak yang harus terlibat atau proses yang panjang mengakibatkan pekerjaan terhambat. Apabila terlalu memikirkannya, maka stres tidak dapat dihindarkan. Solusinya adalah pentingnya pemanfaatan teknologi di era yang sudah modern. Sebagai contoh adalah aplikasi DingTalk Lite yang menyuguhkan kemudahan dalam bekerja di era sekarang dengan berbagai fitur khusus seperti video conference, live broadcast, chat - sharing foto/video, penerjemah bahasa AI, absen karyawan dengan deteksi lokasi, dan approval online.